Pramuka
Universitas Muhammadiyah Malang
Pramuka
Universitas Muhammadiyah Malang

Artikel Anggota

Artikel oleh :
DWI ATMOKO
DEWAN RACANA KH. AHMAD DAHLAN NYI SITI WALIDAH

 

Implementasi Konkret Pramuka Pandega
Menjawab Tantangan Dinamika Kampus

Gerakan Pramuka sebagai mesin pencetak kaum-kaum muda masa depan yang  berkualitas dituntut memberikan hasil nyata secara konkret. Pemuda bangsa sedapat mungkin disulap menjadi seorang pemimpin yang diharapkan kelak menjadi pioner masa depan. Istilah “scout today leader tomorrow” yang sering didengungkan dalam Gerakan Pramuka bukan hanya menjadi ungkapan seremoni, namun memiliki roh akan sebuah cita-cita untuk bagaimana membentuk manusia-manusia yang mampu memimpin. Hal tersebut dibuktikan pada setiap golongan-golongan dalam Gerakan Pramuka mulai dari siaga, penggalang, penegak dan pandega, dimana terdapat tingkatan-tingkatan yang harus dilewati anggota pramuka sehingga tanpa disadari dalam proses demikian watak kepemimpinan perlahan dibentuk dalam sebuah sistem bernama Syarat Kecakapan Umum (SKU). Akan tetapi, cita-cita tersebut sangat mengkhawatirkan hanya akan menjadi mimpi karena realitas mengungkapkan bahwa saat ini Gerakan Pramuka mengalami degradasi eksistensi. Cita-cita Gerakan Pramuka di masa lalu untuk bagaimana membentuk kader-kader pemimpin mengalami stagnansi diakibatkan persoalan global yang melanda kaum muda saat ini sehingga mengakibatkan dicetuskannya revitalisasi Gerakan Pramuka

Tingkatan pandega dalam golongan pandega merupakan tingkatan tertinggi dalam Gerakan Pramuka seyogyanya dapat berusaha keluar dengan sendirinya dalam pusaran permasalahan yang melanda. Hakekat pramuka pandega sebagai pemimpin tidak dapat dipungkiri begitu saja, karena secara epistemilogi kata pandega berasal dari bahasa sangsekerta yang artinya memimpin. Oleh sebab itu pramuka pandega paling tidak dapat melakukan upaya-upaya kepemimpinan dalam melatih dirinya sendiri untuk tidak terhegemoni melihat kondisi organisasi yang mengalami degradasi. Meski tidak dapat dipungkiri bahwa eksistensi Pramuka pandega yang identik berpangkalan di perguruan tinggi penuh dinamika yang kompleks sehingga istilah pandega menjadi barang taruhan, apakah anggota pramuka yang menyandang TKU pandega mampu mengimplementasikan subtansi pandega itu sendiri.

Manajemen Waktu Pramuka Pandega

Kehidupan kampus yang penuh dinamika, baik dalam bidang akademik maupun organisasi menjadi tantangan tersendiri bagi Pramuka Pandega untuk tetap survive. Kodrat sebagai mahasiswa tidak dapat dipungkiri memaksa untuk berkutat pada wilayah akademik yang super padat ditambah aktivitas organisasi yang super sibuk. Barang tentu stresor akan menjangkiti Pramuka Pandega dalam menyeimbangkan keduanya sehingga sangat diwajarkan kondisi dilematis selalu saja datang mewarnai. Dalam kondisi tersebut penjadwalan rutinitas keseharian menjadi formula yang mujarab sehingga akademik dan organisasi dapat berjalan seiringan. Dimana jadwal perkuliahan harus disusun sistematis sehingga aktivitas organisasi juga mendapat ruang.  Tentunya subtansi pandega sebagai pemimpin menjadi pijakan dalam meimplemantasikan nilai-nilai pandega itu sendiri yang diharapkan mampu mengelola waktu dengan baik sehingga citra sebagai pemimpin terpatri dalam jiwa seorang pandega. Esensi yang terdapat didalamnya adalah bagaimana mampu memimpin dirinya sendiri sebelum  memimpin orang banyak.

Pramuka pandega tentunya dapat mengaplikasikan nilai-nilai yang terkandung dalam pandega itu sendiri yaitu sebagai pemimpin. Implemantasi konkret dapat ditunjukkan dengan menggunakan manjemen waktu sehingga tercermin bahwa seorang pramuka pandega telah mampu memimpin, meski masih dalam tataran memimpin dirinya sendiri. Tapi paling tidak hal tersebut menjadi cerminan bahwa pramuka pandega merupakan produk yang sangat membanggakan bagi Gerakan Pramuka, karena telah menelurkan kader-kader pemimpin seperti apa yang dicita-citakan di masa lalu.

Prestasi dalam Akademik dan Organisasi

Manajemen waktu yang diterapkan secara sistematis oleh pramuka pandega tentunya mempunyai efek positif, dimana jadwal perkuliahan dan aktivitas organisasi dapat diseimbangkan sehingga prestasi akademik dan organisasi adalah sebuah hadiah yang barang pasti dapat diraih. Dimana eksistensi diri sebagai mahasiswa tidak dapat dipungkiri mempunyai tugas pokok sebagai insan pendidikan di perguruan tinggi sehingga proses perkuliahan menjadi titik fokus utama dalam menjalani dinamika kampus. Harapan memperoleh nilai A (paling tidak B) dalam setiap matakuliah menjadi mimpi setiap mahasiswa yang seharusnya mampu dibuktikan pramuka pandega.

Prestasi akademik yang diperlihatkan oleh pramuka pandega dengan sendirinya akan mengkontaminasi aktivitas organisasi seperti di Gerakan Pramuka. Kepandaian dalam manajeman waktu yang diterapkan sehingga berprestasi akademik menjadikan bahan pertimbangan pramuka pandega akan diusulkan menjadi fungsionaris lembaga atau dewan racana Gerakan Pramuka di Perguruan Tinggi.

Pramuka Pandega Sebagai Teladan Prestasi dan Moral

Pramuka pandega sebagai tingkatan tertinggi dalam Gerakan Pramuka diibaratkan sebagai manusia sempurna yang idealnya memberikan teladan bagi setiap anggota pramuka dan masyarakat. Sikap yang ditunjukkan menjadi contoh untuk ditiru mulai dari perilaku, tuturkata dan prestasi, sehingga pramuka pandega kemudian dapat menjawab tantangan kehidupan kampus yang penuh dinamika, baik dari segi prestasi ataupun moral mahasiswa itu sendiri. Dimana diketahui bersama bahwa atmofer kampus sangat rawan akan tindakan-tindakan amoral seperti seks bebas, mabuk-mabukan, narkoba, tawuran dan perilaku amoral lainnya. Namun, bagi pramuka pandega hal tersebut telah membuatnya kebal dan tidak mudah terpengaruh oleh kondisi lingkungan yang menyesatkan. Justru pramuka pandega sebagai cerminan banyak mahasiswa hadir dengan prestasi-prestasi yang membanggakan, baik dalam akademik, maupun organisasi.

Jika dikaji lebih dalam banyak hal yang terkandung secara abstrak yang tidak diketahui banyak orang tentang pencapaian tingkatan pramuka pandega dengan Tanda Kecakapan Umum (TKU) PANDEGA, sebab secara tidak langsung perilaku dan sikap pramuka pandega akan terkontrol otomatis ketika benar-benar menghayati makna dan arti pandega itu sendiri dalam jiwanya sebagai pemimpin dan teladan masyarkat.

 

Next

Shared: